Activities
2
min read
Menjadi Ally di Lingkungan Kerja yang Didominasi Laki-Laki: Sharing Knowledge Bersama KPP Mining
Writer
Ge
Published on
Pertambangan, sektor yang didominasi laki-laki, untuk menciptakan ruang kerja yang aman dan inklusif memerlukan lebih dari sekadar kebijakan di atas kertas. Keberadaan ally, atau mitra tangguh yang secara aktif mendukung, menghormati, dan menjaga ruang aman menjadi kunci utama transformasi budaya lingkungan kerja.
Meskipun proporsi pekerja laki-laki cenderung dominan, kontribusi nyata dari para pekerja perempuan di lapangan maupun area operasional terus memperkuat keberlanjutan industri. Namun, tantangan terkait batasan profesional dan risiko pelecehan seksual di tempat kerja tidak bisa diselesaikan oleh perempuan saja.
Melihat pentingnya peran aktif seluruh elemen karyawan sebagai ally (mitra tangguh), PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) berkolaborasi dengan Never Okay Project (NOP) menggelar sesi webinar Sharing Knowledge (SHARK!) bertajuk "INCREDIBLE SHARK!: Menjadi Mitra Tangguh untuk Ruang Kerja yang Aman dan Inklusif #PerempuanDiBalikTambang" pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Mengapa Peran Ally Sangat Krusial di Industri Pertambangan?
Dalam struktur kerja yang kental dengan budaya maskulin, isu pelecehan seksual seringkali terabaikan atau dianggap sebagai candaan biasa (banter). Kehadiran seorang ally, khususnya rekan kerja laki-laki, menjadi sangat vital untuk memutus rantai perilaku yang tidak sehat ini.
Menjadi seorang ally bukan berarti mengambil alih ruang pekerja perempuan, melainkan menggunakan posisi dan pengaruh yang dimiliki untuk memastikan bahwa setiap orang diperlakukan secara adil, aman, dan dihormati tanpa memandang gender.
Sexual Harassment 101: Edukasi dan Batasan Profesional
Never Okay Project membawakan materi Sexual Harassment 101 yang dirancang untuk membuka wawasan komprehensif seluruh peserta.

Paparan mencakup cara memahami dan mengenali bentuk-bentuk pelecehan, menyelaraskan persepsi mengenai batas-batas wajar dalam berinteraksi antar karyawan, memberikan gambaran nyata tentang dinamika pendampingan penanganan kasus, serta membahas pentingnya mengambil peran sebagai “sekutu” tadi.
Langkah Praktis Menjadi Ally di Site Pertambangan
Untuk menjadi ally, Never Okay Project merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan termasuk:
Selalu menghormati ruang personal dan batasan profesionalisme
Berani menegur atau menghentikan guyonan bernada seksual dan merendahkan
Mendukung dan mendampingi korban untuk melakukan pelaporan jika dibutuhkan
Mendorong perusahaan untuk mengatur regulasi dan mengawasi implementasinya
Langkah KPP MINING melalui HCD Department dan CorpComm dalam memfasilitasi program edukasi ini menegaskan bahwa keselamatan kerja tidak terbatas pada aspek K3 teknis operasional semata, melainkan juga mencakup perlindungan psikologis dan penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Dalam sesi interaktif yang diikuti oleh 158 peserta ini, Never Okay Project menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPP MINING dan seluruh peserta yang hadir secara aktif. Semoga sinergi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh insan pertambangan untuk terus menjadi mitra tangguh bagi terciptanya industri yang aman, inklusif, dan bebas dari pelecehan seksual!





