All Posts
Kegiatan
5
min read
Peta Perda Diskriminatif Di Indonesia Dan Pengembangan Feminist Hub Oleh JakFem
Penulis
Ge
Diterbitkan pada
13 Mar 2024
Talkshow yang dihadiri lima panelis untuk merespons temuan dari Jakarta Feminist terkait Perda-Perda yang diskriminatif ke kelompok rentan terutama untuk perempuan.
Tujuh jenis peraturan yang paling banyak ditemukan ini menyoal tentang;
-larangan prostitusi
-larangan kohabitasi
-larangan berkumpul
-jam malam
-cara berpakaian
-bias gender
-seks dengan persetujuan
Peta Perda yang diskriminatif ini bisa diakses di http://bit.ly/petadiskriminatif .
Peta dibagi dalam provinsi, dan ada daftar Perda termasuk pasal spesifik yang dianggap diskriminatif. Di laman yang sama, siapa saja juga bisa memasukkan temuan perda diskriminatif lainnya yang belum terdaftar.
Jak Fem juga merilis versi terbaru Feminist Hub yang bentuk course feminismenya sudah lebih interaktif dan didukung media animasi untuk pembelajaran yang lebih ringan.
Versi terbaru Feminist Hub, bisa dicek di laman web http://jakartafeminist.com , menu Hub, submenu Feminist Hub.
Masukan untuk teman-teman lintas komunitas dengan konsentrasi berbeda adalah mengidentifikasi Perda atau regulasi diskriminatif yang secara bahasan mungkin tidak beririsan atau menyebut langsung tentang perempuan, KS, atau komunitas rentan lainnya, tapi secara penerapannya komunitas rentan dan perempuanlah yang paling terdampak.
Lainnya
5 min read
#KerjaAmanSamaKawan: Membangun Budaya Positif Gender
Diskusi bersama narasumber tentang pentingnya membangun budaya positif gender di tempat kerja. Inisiasi ini dianggap sebagai salah satu tolok ukur tempat kerja yang aman bagi semua kelompok.
Baca selengkapnya
Lainnya
5 min read
World Mental Health Day 2024: It is Time to Prioritize Mental Health in The Workplace, But How?
Diskusi bersama berbagai narasumber untuk membahas pentingnya memprioritaskan kesehatan mental di lingkungan kerja.
Baca selengkapnya
Lainnya
5 min read
Konsolidasi 16HAKTP Komnas Perempuan
Veryanto Sitohang, Ketua Subkom Parmar Komnas Perempuan menuturkan bahwa kampanye 16HAKTP di tahun 2022 dan 2023 berfokus pada edukasi masyarakat tentang UU TPKS yang baru disahkan.
Baca selengkapnya





