16th SATU Indonesia Awards 2025: Lima Anak Muda Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat
1 Jan 2026

Astra kembali menggelar Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda yang menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi, melalui proses seleksi serta penjurian yang ketat.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan bahwa sejak diselenggarakan pada tahun 2010, SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 792 pemuda Indonesia dan terintegrasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra di 35 provinsi.
"Program ini menjadi momentum untuk menegaskan peran generasi muda Indonesia yang memiliki keberanian, kemauan, dan konsistensi dalam menghadapi serta mengatasi berbagai persoalan di sekitarnya melalui solusi nyata bagi masyarakat. Semangat dan karakter inilah yang menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk terus bergerak maju dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Djony.
Di bidang kesehatan, penerima apresiasi tahun ini adalah Alvin Henri dari Provinsi Sumatra Utara. Inisiatifnya berangkat dari pengalaman saat menempuh pendidikan kedokteran, ketika ia melihat kesenjangan akses pembelajaran antara mahasiswa dan tenaga medis di daerah dibandingkan dengan pusat pendidikan—terutama terkait materi pembaruan ilmu, buku, dan pelatihan berkelanjutan.
Dari situ, Alvin mengembangkan ruang belajar bersama yang berfokus pada pembelajaran praktis dan terstruktur, yang kemudian berkembang menjadi Medsense—platform edukasi medis digital yang menyediakan materi pembelajaran, latihan, serta evaluasi yang dapat diakses fleksibel oleh mahasiswa kedokteran hingga dokter. Upaya ini ditujukan untuk membuat akses pembelajaran lebih inklusif, khususnya bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa.
Pada bidang kewirausahaan, Tatag Adi Sasono dari Provinsi Jawa Timur mengembangkan Mitra Ternak Farm setelah bergelut dengan tantangan merintis usaha peternakan desa, mulai dari keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, hingga rendahnya kepercayaan pasar.
Berbekal pengalaman tersebut, ia membangun model titip ternak berbasis teknologi yang menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerja migran Indonesia, untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antar pihak. Model ini disebut berkontribusi memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan membangun ekosistem agribisnis yang lebih berkelanjutan serta terintegrasi.
Sementara di bidang pendidikan, Imelda Riris Damayanti dari Provinsi DKI Jakarta menyoroti urgensi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan maupun dunia kerja. Melalui Never Okay Project, ia mengembangkan pendekatan pencegahan yang bersifat sistemik dengan melibatkan berbagai institusi lintas sektor, termasuk institusi pendidikan, organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penyusunan kebijakan internal, pengembangan sistem pelaporan yang aman dan terstruktur, serta pendampingan bagi penyintas agar memperoleh dukungan yang layak.
Di bidang lingkungan, Hanzalah Rangkuti dari Provinsi Sumatra Utara melihat persoalan sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang sebagai tantangan serius bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Menjawab persoalan itu, ia membangun Sumatera Trash Bank sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular melalui sistem tabungan sampah.
Adapun pada bidang teknologi, Oka Bayu Pratama dari Provinsi Jawa Timur mengembangkan SeeShark, aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu identifikasi spesies hiu secara cepat dan akurat. Aplikasi ini ditujukan agar nelayan dapat menghindari penangkapan spesies hiu yang dilindungi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas data perikanan dan praktik yang lebih bertanggung jawab.
Astra menilai lima kisah tersebut memperlihatkan bagaimana inisiatif yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan sekitar dapat tumbuh menjadi solusi berdampak luas. Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung peran aktif generasi muda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)
Kami mendorong tempat kerja menjadi ruang yang aman, memuliakan kesetaraan dan berdiri untuk keadilan.
Training & Konsultasi
Follow kami
ID

© 2026 Never Okay Project. All rights reserved. Made by adila