Kegiatan
1
min read
Kolaborasi dengan Dewan Ekonomi Nasional dan KemenPPPA: Cegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja
Penulis
Ge
Diterbitkan pada
Menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari rasa takut membutuhkan andil dari banyak pihak. Tidak hanya Never Okay Project, tapi juga instansi tempat kerja, dan lembaga yang dapat menjamin langgengnya lingkungan kondusif ini.
Sebagai bagian dari upaya ini, Never Okay Project berkesempatan untuk berkolaborasi bersama Dewan Ekonomi Nasional dalam acara sosialisasi hari Selasa, 4 Agustus 2026 lalu.
Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KemenPPPA) juga turut mengambil bagian di sana, diwakili oleh Margareth Robin, Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan PHP.
Sesi yang berlangsung secara luring di kantor Dewan Ekonomi Nasional ini dihadiri oleh jajaran staf dan manajemen Dewan Ekonomi Nasional. Total ada 100 peserta yang hadir selama acara.
Membangun Batasan Profesional dan Etika Berinteraksi
Acara yang bertajuk “Sosialisasi Etika Berinteraksi, Batasan Profesional, serta Pencegahan Pelecehan dan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja” ini memberikan Never Okay Project kesempatan untuk menyampaikan edukasi tentang pemahaman dasar dan identifikasi pelecehan seksual di tempat kerja.
Sosialisasi mendorong peserta memahami spektrum pelecehan di dunia kerja, mulai dari yang bersifat fisik, verbal, non-verbal, visual, hingga pelecehan yang terjadi secara daring (online).
Selain itu, pembicaraan juga berlanjut tentang pentingnya menetapkan dan menghormati batasan pribadi maupun profesional antar rekan kerja untuk mencegah tindakan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pelecehan, atau menormalisasi pelecehan.

Foto: Kegiatan diikuti staff DEN dari berbagai divisi kerja.
Menuju Lingkungan Kerja yang Aman untuk Semua Orang
Hadirnya perwakilan dari Kementerian PPPA memperkuat aspek regulasi dan kebijakan perlindungan pekerja, sementara Never Okay Project memberikan panduan praktis dari sudut pandang advokasi dan edukasi keselamatan kerja.
Sosialisasi ini juga membuka ruang diskusi mengenai pelecehan seksual di lembaga atau organisasi pemerintah merupakan langkah krusial. Diskusi dua arah ini membuktikan bahwa edukasi pencegahan kekerasan di tempat kerja bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk menciptakan iklim kerja yang produktif, aman, dan berkeadilan.





