Saat Tepat untuk Resign

Saat Tepat untuk Resign

27th February 2019 0

2015 merupakan tahun ketiga saya bekerja di perbankan, tahun di mana
saya sudah mulai berpikir untuk segera resign. Hal yang menjadi salah satu faktornya adalah ketidaknyamanan terhadap SDM yang ada dan budaya perusahaan.

November 2015, bulan dimana saya dilecehkan oleh salah satu nasabah di depan banyak nasabah lainnya atas perintah rekan kerja saya sendiri (sebut saja R). Yaaa, bokong saya di pukul dengan keras oleh nasabah yang sudah kakek-kakek, atas perintah R saat saya mau menyodorkan buku tabungan untuk beliau tanda tangani, kebetulan nasabah saya berada di meja officer saya dan R datang ke ruangan yang tak berpintu itu karena mau ikut memfotocopy dokumen di mesin copy yang berada di sebelah meja officer saya tersebut.

Saya mau melawan (memukul) kakek itu tapi tidak sampai hati dan menjaga nama baik perusahaan di depan banyak nasabah, mau marah kepada R tapi mulut saya sulit terbuka dan dada sangat sesak. Akhirnya saya berlari sambil menangis dan memasuki musholla, setelah saya merasa sulit untuk bangkit dan menghapus air mata, lalu saya putuskan untuk pulang ke rumah dengan di temani driver kantor dan polisi jaga saat itu. Pak polisi memberikan masukan kepada saya untuk melaporkan kejadian tersebut, akan tetapi pikiran saya hanya ingin pulang.

Satu minggu berselang pemimpin kantor cabang pembantu saya (sebut saja G) memanggil saya dan R, saya pikir akan menyelesaikan masalah tempo hari tapi ternyata hanya membahas target. Dan di minggu kedua kami dipanggil kembali dengan teriakan dari G, kebetulan G perempuan juga. Kami di tanya, akan tetapi G terkesan menyudutkan saya dan seakan masalah ini bukan hal besar sampai dia membuat joke tentang Surat Peringatan yang saya minta untuk sebagai punishment terhadap R dan pada akhirnya saya diminta G agar “masalah ini tidak sampai ke pihak ketiga” padahal saat itu kami berada di ruangan officer saya yang tak berpintu yang kebetulan sore itu sedang berkumpul karyawan karyawati, security, OB, driver dan polisi jaga. Apakah mereka bukan orang ketiga??

Setelah kejadian itu saya jadi mudah sakit dan banyak perubahan lain
seperti mood-swing bahkan saya tidak takut memarahi officer saya, nafsu makan bertambah, sulit tidur, cemas dan sulit berkonsentrasi. Saya pun akhirnya dimutasi ke kantor kas dengan posisi kerja yg berbeda dan kantor yang cakupannya lebih kecil dengan hanya diisi oleh 2 karyawan, officer dan staff.

Semua berubah dari mulai emosi, berat badan hingga kebiasaan
sehari-hari. Sampai akhirnya saya melaporkan ke Pemimpin Cabang dan
sebelumnya saya pun melaporkan ke ketua serikat karyawan cabang
(walaupun tidak ada respon positif), akhirnya saya meminta cuti untuk
berobat.

Di perjalanan pengobatan saya, sampai akhirnya saya dirujuk ke dokter kejiwaan. Hasilnya mengagetkan sekaligus membuat saya down, lalu saya mendatangi SDM saya untuk melaporkan dan meminta untuk saya dapat mutasi dari Cabang tsb. Hasilnya nihil, saya malah diminta untuk RESIGN.

Akhir cerita saya resign dengan keadaan sakit dan belum mendapat
pekerjaan pengganti, saya memutuskan resign karena sudah benar-benar
tidak tahan lagi dengan semua yang saya hadapi (saya bekerja bukan
untuk di lecehkan, tapi saya bekerja dengan kemampuan saya untuk
mencari nafkah). Saya yakin setelah sembuh nanti dapat bekerja keras
lagi seperti Alm. Bapak saya dulu yang tetap bekerja hingga malam
walaupun dengan keadaan gagal ginjal.

Teman-teman jangan takut untuk menyampaikan kebenaran walaupun itu
pahit dan LAWAN orang-orang yang melecehkan kita. Ayo dukung pengesahan RUU PKS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Stories

Ogah Meeting Bareng

Saat ini gue megang proyek iklan di salah satu agensi yang cukup terkenal. Proyek ini…
Read more

Jadi Cowok Gym

Gue tuh bisa dibilang gym-freak ya. Hampir tiap hari abis kelar kantor gue sempetin banget…
Read more

Saat Tepat untuk Resign

2015 merupakan tahun ketiga saya bekerja di perbankan, tahun di mana saya sudah mulai berpikir…
Read more

Rolls Eyes Silently

So it was in our beginning of meeting. My friends and I were talking (before…
Read more

Our Partners

IDC
sinarmas
we act for sdgs
scoop news asia
IBCWE