Pria juga bisa menjadi korban sexual harassment

Pria juga bisa menjadi korban sexual harassment

20th June 2018 2

Saya seorang pria berumur 35tahun, saya seorang professional di industri advertising.

Saya memiliki pengalaman tidak menyenangkan menyangkut racial dan sexual harassment, ini terjadi saat bekerja di sebuah agency beberapa tahun lalu. Agency itu termasuk besar, dengan jumlah pegawai sekitar 100 orang di 3 kantor cabang.

Saya diterima karena skill saya jauh lebih unggul dibanding pelamar lainnya. Setelah diterima, saya banyak mendapat sindiran, yang intinya mereka mempermasalahkan kenapa bisa saya diterima disana. Awalnya saya tidak mengerti apa yang mereka maksud, tapi setelah bekerja beberapa lama, dan saya ikut menyeleksi pelamar, saya melihat boss dan HRD di agency ini hanya menerima orang-orang yang sama dengan mereka dan saya orang pertama yang diterima walau berbeda.

Suatu saat boss saya bertanya apakah saya sudah sunat atau belum. Saya orang yang tidak pernah berbohong, lalu saya jawab “belum”. Dari sana saya saya menjadi bahan olokan semua orang kantor, setiap hari mereka membahas hal yang sama, mereka menghina secara frontal, yang saya tidak bisa jabarkan disini. Itu semua tidak terlalu berpengaruh terhadap saya, karena saya termasuk orang yang sabar, saya anggap semua itu hanya candaan.

Sampai suatu saat saya sedang ada pitching di luar kota, dan menginap di hotel bersama orang-orang kantor. Saya sekamar berempat. Saat saya tidur, ada rekan kerja saya yang membuka baju saya dan memfoto saya, terlebih bagian alat vital saya. Besoknya foto itu tersebar di grup chat kantor. Saya menjadi bahan bulan bulanan semua orang. Bahkan saat saya ulang tahun, saya ditelanjangi dan di lempar ke kolam renang di depan semua orang. Perlu dicatat, hampir semua orang ada disana baik pria dan wanita menyaksikan saya diperlakukan seperti layaknya binatang.

Lebih parahnya, sebelum kejadian ini, saya beberapa kali memperkenalkan teman kantor dan mengajak main dengan teman-teman kuliah saya. Foto itu ikut tersebar di grup teman kuliah saya. Saya di ejek semua orang. Lalu saya harus menghilang dan masuk ke pergaulan baru, karena saya tidak tahan menjadi bahan ejekan setiap hari.

Saya sempat mau menuntut orang kantor saya yang menyebarkan foto itu, tapi setelah saya konsultasi dengan pengacara, dia sendiri bilang akan sulit menang melawannya karena secara finansial saya lebih kurang dibanding orang yang mau saya tuntut (orang itu salah satu shareholder). Untuk membayar media, agar tidak ter blow up saja butuh sekitar 20jt.

Pengalaman buruk seumur hidup saya yang merubah mind set saya, bahwa orang beredukasi tinggi juga bisa tidak jauh beda dengan yang tidak sekolah.

Saya hanya bekerja disana selama satu tahun, dan dampak positifnya, saya sekarang memiliki agency sendiri dan mengalahkan agency itu, bahkan agency itu sekarang sudah terancam bangkrut.

2 Responses

  1. Beyo says:

    Bener-bener orang-orang yang jahat banget, nggak punya etika. Kesal karena masih ada orang-orang seperti ini. Untungnya TS tetap positif, semoga sukses terus ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Stories

Baby Talk

Kantor saya kedatangan seorang bos baru. Dia bapak-bapak yang mungkin kira-kira berusia 40 tahunan. Gue…
Read more

Nyaman di Tempat Kerja?

Aku, staff baru di salah satu NGO yang juga masih berstatus sebagai mahasiswa di salah…
Read more

Ogah Meeting Bareng

Saat ini gue megang proyek iklan di salah satu agensi yang cukup terkenal. Proyek ini…
Read more

Jadi Cowok Gym

Gue tuh bisa dibilang gym-freak ya. Hampir tiap hari abis kelar kantor gue sempetin banget…
Read more

Our Partners

IDC
sinarmas
we act for sdgs
scoop news asia
IBCWE