Pelecehan Berkedok Bercanda

saat itu saya sedang menjemput mama pulang kerja, saya menunggu didalam mobil yang saya parkir tepat di depan pintu masuk kantor. kemudian seorang teman mama yang saya kenal datang dan mengetok kaca samping kanan di tempat duduk pengemudi. saya membuka kaca untuk sekedar mengobrol seperti biasa saya bertemu, tapi tanpa keluar dari mobil hanya membuka kaca saja.

awalnya dia bilang saya terlihat lebih berisi dan perut saya terlihat lebih buncit, refleks saya menoleh ke arah perut saya, kemudian dengan nada guyon nya dia berkata “untung saja kamu punya tok*t yang besar” dan saya mendengar tawa disela ucapannya, secara tiba tiba dan tidak disangka dia langsung memegang payudara saya ketika berbicara seperti itu.

kondisi parkiran saat itu hanya ada kami, meskipun kantor berada di pinggir jalan raya dia tetap nekat melalukan seperti itu. saya shock dan membeku membisu dibalik kemudi, seketika panik tanpa tau harus berbuat apa. setelah itu sesorang keluar dari dalam kantor dan pelaku pergi menuju kendaraannya tanpa merasa melakukan sesuatu yang kotor.

saya hanya bisa menangis sejadi jadi nya didalam mobil sambil mengharap mama cepat keluar dari dalam kantor. begitu mama masuk ke dalam mobil saya memberanikan diri bercerita meski saat itu juga saya merasa malu, mama marah dan langsung menghubungi temannya itu tentu tidak bisa menahan amarahnya dan memaki nya melalui telefon, saya mendengar dia berbicara melalui loud speaker hp “saya minta maaf jika tadi bercanda saya kelewatan” . bercanda katanya, dengan gampangnya…

saya tidak tahu bagaimana keesokan harinya dikantor mama, dan apa hukuman yang pelaku dapatkan.

Sector:

Add a comment

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Stories