Direndahkan Karena Saya Perempuan

Saya sedang mengerjakan proyek tempat kerja utama untuk sebuah perusahaan yang cukup besar. Perusahaan saya memutuskan untuk melibatkan konsultan akademik, beberapa di antaranya berbasis di AS.

Sebagai hasilnya kami bekerja dengan mereka melalui telekonferensi selama beberapa minggu. Saya menghadiri pertemuan dengan klien yang kebetulan melalui konferensi video. Saya sendiri berumur 30 tahun, perempuan, dan kebetulan mengenakan gaun ketika itu.

Di awal konferesi, akademisi itu meminta untuk melihat semua peserta, termasuk saya yang memang kebetulan duduk di luar jangkauan kamera. Segera setelah dia melihat saya, nadanya dan sikapnya benar-benar berubah. Saya tidak pernah merasa begitu direndahkan dalam hidup saya. Setiap pertanyaan dan poin diskusi diubah menjadi alasan untuk mempertanyakan kredensial saya (dan kolega perempuan saya).

Dia terus-menerus mengajak berdebat dengan saya, menolak untuk mendengarkan apa pun yang saya katakan dan bersikeras untuk menjelaskan konsep-konsep yang sangat mendasar yang telah saya tunjukkan panjang lebar. Pada satu titik dia berkata ‘jadi kamu pikir kamu tahu segalanya bukan’.

Saya sempat mendengar ada gumaman ‘dasar mulut cewek’ dengan suara pelan. Klien saya (pria) merasa malu dan meminta maaf kepada saya sesudahnya. Saya telah menjumpai seksisme sepanjang karir saya di industri yang didominasi oleh pria. Saya terbiasa menjadi profesional. Saya telah mengalami pelecehan seksual berulang kali tetapi ini adalah pengalaman yang paling menyakitkan.

Add a comment

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Stories