Atasan Yang Mesum

Atasan Yang Mesum

18th September 2018 0

Saya bekerja di salah satu lembaga pendidikan, punya atasan pria yang sangat tidak fair karena dia cari karyawati yang masih muda-muda  dan lebih dipercaya daripada karyawan lama. Perbedaan besar soal kepercayaan, kami yang tidak menarik tidak dipercaya urusan kerjaan, apalagi yang karyawan pria!

Kedua, saya pernah ajukan cuti dia tegor saya katanya cuma saya ibu punya anak yang sering cuti dan kata-kata nyinyir lain ditujukan untuk keluarga saya, padahal saya tahu hak cuti dan kewajiban saya sebelum cuti. Sedangkan karyawati baru selalu di execuse cuti.

Kejadian selanjutnya dia baru pulang dari travelling, mau tahu kado nya buat 2 karyawati cantiknya ..?? Underwear! Ini termasuk tipe pelecehan gak sih, walau dia bilang itu oleh-oleh dari dia dan rekan manager wanita yang ikut jalan-jalan juga?  Budaya ini sudah bertahun-tahun terjadi bahkan HRD wanita bilang ke saya, saya gak bakal dapat posisi kalau rok tidak pendek! Yang bikin saya sedih, karyawati wanita yang tahu cantik diincar jadi makin menjadi-jadi menjual roknya makin mini. Saya harus gimana? Saya sudah despreate kerja diperusahaan seperti ini! Tapi susah usia sudah kepala tiga punya anak! Jadi keputusannya saya terima nasib aja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Stories

Direndahkan Karena Saya Perempuan

Saya sedang mengerjakan proyek tempat kerja utama untuk sebuah perusahaan yang cukup besar. Perusahaan saya…
Read more

Entah

Kerja diusia yang masih sangat muda,membuatku disepelekan. Apa mungkin rekan kerjaku berpikir aku “gampang” karena…
Read more

Cologne

Sexual assault trauma lasts long after the initial shock. I was sexually assaulted when i…
Read more

Dear Parents: Yes, You’re All Responsible

“Tasha, peluk Kevin dong,” My Mother said to me as my Uncle held a camera…
Read more

Our Partners

IDC
sinarmas
we act for sdgs
scoop news asia
IBCWE