SAY NEVER OKAY

Vivi Widyawati

Vivi Widyawati

28th April 2018 0

“Semakin kita diam, semakin pelaku berani mengulangi perbuatannya”

28 April, 3 hari menuju Hari Buruh.

 

"Korban pelecehan bukanlah angka
untuk terus dihitung, dijumlah,
untuk didata dan dianalisa
Sebab angka telah jadi suara
Korban siap jadi pejuang “

Penggalan puisi diatas dibacakan oleh Solikhatun, seorang buruh perempuan dalam film dokumenter Angka Jadi Suara.

Pelecehan seksual jadi bagian dari realita pahit kehidupan buruh perempuan yang diangkat ke permukaan oleh film murni buatan serikat buruh tersebut. Tim Never Okay berkesempatan untuk berdiskusi dengan Vivi Widyawati yang sudah cukup lama memperjuangkan hak buruh perempuan, bersama dengan Perempuan Mahardhika. Vivi kemudian menjelaskan tentang kerja-kerja Perempuan Mahardhika, bersama dengan serikat buruh dalam melawan kekerasa berbasis gender, terutama pada buruh garmen, dan kenyataan yang selama ini hanya tersimpan di ruang-ruang produksi.

“Semakin kita diam, semakin pelaku berani mengulangi perbuatannya.”

“Buruh garmen bekerja di tempat yang sama dalam jumlah yang banyak dan pelecehan seksual dialami secara bersamaan di ruang produksi,” tutur Vivi menjelaskan pelecehan di pabrik garmen sering terjadi pada beberapa buruh di saat bersamaan, di tengah proses kerja mereka. Tentunya ada relasi kekuasaan, karena mayoritas pelaku adalah chief atau mekanik.

“93% korban pelecehan seksual tidak melaporkan kejadian yang mereka alami” papar Vivi berdasarkan hasil riset Perempuan Mahardhika di KBN Cakung. Banyak buruh yang ketakutan kehilangan pekerjaan, sebagian juga kesulitan mengidentifikasi apakah perilaku tertentu termasuk pelecehan atau bukan. Miris, banyak buruh yang kemudian memilih diam karena melihatnya sebagai hal yang wajar dan bahkan cenderung menyalahkan dirinya. Vivi menambahkan, bahwa memang dibutuhkan keberanian yang besar untuk melapor, apalagi berbicara langsung kepada pelaku, “gampang dibilang, sulit dilakukan, tapi sebaiknya dilakukan. Semakin kita diam, semakin pelaku berani mengulangi perbuatannya”

Vivi mengingatkan akan minimnya informasi terkait pelecehan seksual masuk ke ruang-ruang pabrik. "Karena itu, Perempuan Mahardika mengambil peran untuk menyampaikan informasi ini, mengadakan training bersama dengan serikat buruh, dan membuat posko pengaduan.“ Ia berharap kedepannya negara bisa mempunyai kebijakan yang tegas terkait pelecehan seksual di tempat kerja. Di samping itu, tempat kerja mempunyai mekanisme penanganan, dan serikat buruh juga melihat isu ini dengan lebih serius. “Perempuan berani bicara” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Stories

Direndahkan Karena Saya Perempuan

Saya sedang mengerjakan proyek tempat kerja utama untuk sebuah perusahaan yang cukup besar. Perusahaan saya…
Read more

Entah

Kerja diusia yang masih sangat muda,membuatku disepelekan. Apa mungkin rekan kerjaku berpikir aku “gampang” karena…
Read more

Cologne

Sexual assault trauma lasts long after the initial shock. I was sexually assaulted when i…
Read more

Dear Parents: Yes, You’re All Responsible

“Tasha, peluk Kevin dong,” My Mother said to me as my Uncle held a camera…
Read more

Our Partners

IDC
sinarmas
we act for sdgs
scoop news asia
IBCWE