SAY NEVER OKAY

Inez Kristanti

Inez Kristanti

29th April 2018 0

“Hal terkecil yang paling sederhana dan bisa dilakukan adalah mendengarkan”

29 April, 2 hari menuju Hari Buruh.

"Fenomena pelecehan seksual di tempat kerja sebenarnya cukup meluas dan banyak terjadi, tetapi banyak orang yang tidak melaporkan”.

Perbincangan tim Never Okay Project dan Inez Kristanti, psikolog klinis dewasa, diawali dengan upaya kami untuk memahami posisi dan kesulitan yang dihadapi penyintas pelecehan seksual di tempat kerja. Inez yang sebelumnya pernah terlibat dalam riset dan intervensi terkait pelecehan seksual di tempat kerja di sektor perhotelan yang digagas oleh @yayasanpulih dan Care International kemudian berbagi opini, pengalaman serta pemahamannya seputar isu ini. Kepada tim kami, psikolog yang bekerja di @angsamerahclinic ini juga menjelaskan kewajiban pemberi kerja, serta pentingnya iklim bekerja yang aman.

Menurut Inez, dalam konteks di tempat kerja, banyak pertimbangan yang akhirnya membuat penyintas pelecehan seksual enggan melapor. “Kalau saya melapor apa saya geer?” katanya mencontohkan pertanyaan yang sering muncul. Selain tidak yakin atas bentuk-bentuk pelecehan, banyak juga orang yang tidak tau kalau ia bisa melaporkan pelecehan yang terjadi. Belum lagi adanya perasaan malu, kekhawatiran akan kerahasiaannya, dan ketakutan disalahkan.

Inez mengatakan bahwa perusahaan berkewajiban untuk mempunyai peraturan yang memuat pencegahan sampai dengan penanganan. Terlebih dari itu, peraturan harus peka dan mementingkan kebutuhan penyintas “Bagaimana rehabilitasi dan pemulihan itu penting. Pemulihan tidak hanya fisik tapi juga psikologisnya. Juga secara finansial, apakah korban mendapat cuti yang dibayar”. Sebagai pekerja, Inez mengingatkan pentingnya untuk mencari tau apakah ada peraturan terkait, jika tidak perlu untuk mempelajari undang-undang yang berlaku.

Setiap orang juga bisa berkontribusi dalam menjaga iklim kerja yang aman. Dan yang terpenting, jika pelecehan terjadi kepada rekan kerja, kita bisa mencatat apa yang dikatakan penyintas dan membantu mendampingi proses pelaporan. “Hal terkecil yang paling sederhana dan bisa dilakukan adalah mendengarkan”, tambahnya.

Fakta menarik yang Inez sampaikan berdasarkan riset yang ia lakukan di sektor perhotelan adalah pekerja laki-laki juga rentan mengalami pelecehan. “Terutama laki-laki dengan seksualitas minoritas, misalnya yang penampilannya kurang terlihat maskulin”.

“Jika ingin melakukan sesuatu, lakukan sekarang”. Inez percaya bahwa upaya melawan pelecehan di tempat kerja bisa dimulai dengan hal kecil, yakni melawan mitos-mitos yang ada dan meningkatkan kesadaran atas apa yang sebenarnya terjadi. Kedepannya, Ia berharap semakin banyak penyintas yang berani berbicara. Disamping itu, perusahaan dan instansi juga terbuka untuk melakukan perubahan dan pengadaan kebijakan khusus tentang pelecehan seksual di tempat kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Stories

Kenapa Gue yang Awkward ?

“That was creepy, dia selama ini kayak gini sama lo?” “Kok gue yang ngerasa awkward…
Read more

Rekan Kerja Kelihatan Alim Padahal Belum Tentu

Saya seorang karyawati di salah satu PT perakitan motor di jakarta. Bisa dibayangkan di situ…
Read more

Ex-Reporter

Dua kali saya pernah mengalami kejadian gak enak dengan orang yang bekerja di pemerintahan. Pertama…
Read more

Saya Sampai Terpikir Untuk Bunuh Diri

Pertama-tama saya adalah seorang wanita umur 23 tahun. Ketika saya mendapat tawaran untuk bekerja di…
Read more

Our Partners

IDC
sinarmas
we act for sdgs
scoop news asia
IBCWE