SAY NEVER OKAY

Anindya Vivi

Anindya Vivi

10th September 2018 0

“I’m just standing up for what I think is right, and I can’t stay silent”

Hi Folks! Bertemu lagi di Photo Journey “Say Never Okay” seri ke-2. Tim Never Okay Project sangat senang dapat kembali bertemu, berbincang, juga mendokumentasikan beberapa sosok/figur beserta pengalaman dan pandangan mereka terhadap isu pelecehan seksual di tempat kerja.

Mungkin banyak diantara kalian yang sudah tidak asing dengan Anindya Restuviani, atau yang akrab dipanggil Vivi. Vivi yang sehari-hari bekerja untuk sebuah usaha sosial (social enterprise), dikenal aktif dalam berbagai gerakan dan inisiatif yang memperjuangkan kesetaraan gender. Yuk, simak hasil pertemuan menarik kami dengan co-director dari Hollaback Jakarta! ini!

Pernah bertanya harga apa yang harus dibayarkan seorang perempuan dalam meniti karier di tengah masyarakat patriarki? Tentu banyak. Salah satunya adalah menghadapi seksisme di lingkungan kerja. Dengan pengalaman bekerja di beberapa LSM internasional maupun BUMN, Vivi mengatakan bahwa seksisme adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari perempuan pekerja di sektor manapun “Dimanapun, itu bisa terjadi. We can’t control the people there.” Vivi mencontohkan kentalnya pandangan-padangan yang membatasi peran perempuan di dunia “Seringkali, gue dijadikan aksesoris. They never really listen to me.” Menurutnya, banyak perempuan yang kemudian harus mengadaptasi maskulinitas agara dapat mencapai posisi tertentu dalam jenjang karier. Belum lagi perilaku seksis yang hadir dalam relasi antar pekerja “Sexist jokes come in daily basis”.

“Even the law is sexist.” Vivi menerangkan tentang hukum di Indonesia beserta perjanjian kerja yang juga sering bersifat diskriminatif terhadap perempuan. Bahkan dari sejak proses perekrutan, pertanyaan tidak etis yang bersifat personal ditanyakan pada calon karyawan perempuan, misalnya terkait ada tidaknya rencana untuk menikah dalam waktu tertentu. Vivi menyayangkan kondisi dimana banyak perempuan masih dihadapkan dengan perjajian kerja yang seksis “Contohnya, lo ngga boleh hamil for the first to year”.

“It is hard if you don’t aware”, perihal pelecehan seksual di tempat kerja, dan upaya untuk mengakhirinya, Vivi percaya bahwa membangun kesadaran bersama adalah langkah pertama yang harus diambil, “It is not okay to do this in the workplace”. Vivi melihat bahwa sekarang ini komitment dari pemberi kerja/perusahaan masih sangat minim dalam mengatasi hal ini “Tidak ada pressure dari perusahaan untuk melindungi karyawannya”.Seharusnya, ada peraturan spesifik terkait pelecehan seksual di tempat kerja.

“I’m just standing up for what I think is right, and I can’t stay silent” ucap Vivi ketika mengaku bahwa ia tidak takut untuk menegur pelaku di saat yang bersamakn ketika ia menjadi target pelecehan dan perlakukan diskriminatif. Namun, Vivi menyadari bahwa mengkonfrontasi pelaku tidak selalu menjadi pilihan utama, baik untuk target maupun bystander, terutama dalam situasi yang membahayakan keaman dan keselamatan. Ini yang membuat pentingnya sebuah support system di lingkungan kerja. Membangun lingkungan yang suportif bisa dimulai dengan menjadi pendengar yang baik dan tidak menghakimi ketika ada yang berani untuk bercerita, serta memastikan bagaimana keadan target/penyitas sehingga ia tidak merasa sendirian. Selain itu, pekerja laki-laki juga bisa mengambil peran dengan memulai percakapan diantara sesama pekerja laki-laki.

Vivi berharap, kedepannya ada peningkatan kesadaran tentang urgensi dari masalah pelecehan seksual di tempat kerja yang berakhir pada semakin banyaknya ruang aman untuk membicarakan hal ini, adanya peraturan di perusahaan-perusahaan/pemberi kerja, dan terciptanya undang-undang atau ketentuan hukum di Indonesia yang mengatur perihal pelecehan seksual di tempat kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Stories

Direndahkan Karena Saya Perempuan

Saya sedang mengerjakan proyek tempat kerja utama untuk sebuah perusahaan yang cukup besar. Perusahaan saya…
Read more

Entah

Kerja diusia yang masih sangat muda,membuatku disepelekan. Apa mungkin rekan kerjaku berpikir aku “gampang” karena…
Read more

Cologne

Sexual assault trauma lasts long after the initial shock. I was sexually assaulted when i…
Read more

Dear Parents: Yes, You’re All Responsible

“Tasha, peluk Kevin dong,” My Mother said to me as my Uncle held a camera…
Read more

Our Partners

IDC
sinarmas
we act for sdgs
scoop news asia
IBCWE