Bagaimana Neoliberalisme di Indonesia dan dampaknya pada Buruh?

Hi Folks, walaupun hak buruh terus diperjuangkan, namun sampai sekarang kasus Neoliberalisme tetap ada. Neoliberalisme sendiri tidak hanya terjadi di negara maju seperti Amerika, namun juga ada di negara berkembang dan Indonesia adalah salah satunya. 

Neoliberalisme terjadi karena keinginan perusahaan untuk meraup keuntungan yang lebih banyak. Maka itu, salah satu cara yang dilakukan yaitu menerapkan neoliberalisme di dunia kerja, yaitu memberi upah rendah pada buruh. Dengan upah rendah serta waktu dan bobot kerja yang tidak sebanding merupakan salah satu contoh neoliberalisme yang kerap terjadi. Yang bekerja pun tidak pandang jenis kelamin; yaitu ada pria dan wanita. Namun, faktanya persentase 90% wanita bekerja di sektor informal, seperti sebagai buruh, yang mana mereka mendapatkan upah rendah, tidak ada jaminan sosial dan perlindungan hukum yang diberikan.

Baca juga: Hak-Hak Pekerja Perempuan Di Indonesia 

 

Definisi Umum Neoliberalisme

Dalam definisinya, menurut Milton Friedman (1962), neoliberalisme merupakan sebuah kecenderungan yang memprioritaskan ekonomi makro, dimana kurang memprioritaskan peraturan negara perihal perekonomian namun memfokuskan pada stabilitas perekonomian  daripada mempekerjakan orang untuk menekan angka kemiskinan. Dengan kata lain, orang yang bekerja tetap tidak mendapatkan privilege maupun terasa adanya perbedaan status perekonomian karena upahnya yang sangat minim. Selain itu, dari pandangan David Harvey (2005), neoliberalisme adalah paham yang menekankan jaminan kemerdekaan dan kebebasan individu melalui pasar bebas, perdagangan bebas, serta penghormatan terhadap sistem kepemilikan pribadi. 

 

Poin – poin yang tercakup di dalam Neoliberalisme

  • Pasar sebagai penguasa. 

Perusahaan swasta dapat dengan bebas untuk mengatur upah yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini terjadi yaitu untuk menarik investasi asing di dalam negara, walaupun memberi dampak pada sosial dan terutama pada kesejahteraan buruh. Jadi pada Neoliberalisme, pemerintah tidak mempunyai kontrol pada upah minimum (UMR) yang harus dibayar oleh perusahaan kepada buruh yang bekerja.

  • Pemotongan anggaran belanja negara untuk pelayanan publik

Alih-alih untuk memberi pelayanan kepada masyarakat, sejumlah modal dari pemerintahan justru digunakan untuk subsidi ke perusahaan swasta/asing. Selain itu, juga memberi keringanan pajak kepada perusahaan tersebut agar mereka kerjasama bisnis tidak ditolak.

  • Deregulasi

Mengurangi peraturan pemerintah untuk mencapai tujuan perusahaan swasta/asing yaitu mendapatkan keuntungan berlebih.

Dari tiga poin di atas, dapat terlihat bahwasanya pemerintah seakan seperti memanjakan atau pasrah, asal ada perusahaan asing yang ingin datang berinvestasi. Walaupun dampaknya sangat luas, dimana jurang antara si kaya dan miskin semakin lebar. Yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. 

 

Bentuk Neoliberalisme di Dunia Kerja

Sejak awal Neoliberalisme dianggap sebagai sebuah jalan untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan perkembangan ekonomi negara. Namun faktanya justru berbanding terbalik. Demi menarik perhatian investor asing, negara pun merelakan kesejahteraan rakyatnya. Dengan iming-iming banyak buruh yang bisa dibayar dengan upah sangat rendah. Walaupun sudah sejak lama hak-hak buruh terus diperjuangkan, namun rasanya sia-sia karena kalah dengan orang yang memegang kekuasaan tertinggi. Jika membahas neoliberalisme, pasti ada pandangan yang juga membahas tentang liberalisme. Untuk memberikan pandangan yang lebih jelas, maka kita akan memberikan perbedaan dari liberalisme dan neoliberalisme yang menyangkut pada dunia kerja (tenaga buruh) berdasarkan pandangan Adam Smith. Inilah tiga pandangan liberalisme dan neoliberalisme:

  1. Liberalisme adalah sebuah mekanisme yang digunakan untuk mengatur perekonomian sebuah negara, sedangkan neoliberalisme mengatur perekonomian secara global
  2. Liberalisme dijalankan untuk kepentingan bersama, sedangkan neoliberalisme untuk kepentingan pribadi
  3. Pada liberalisme, otoritas tertinggi berasal dari negara/ pemerintahan. Sedangkan pada neoliberalisme sendiri otoritas berpusat ke suatu individu, bukan negara/ pemerintahan.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia terus membuka gerbang untuk adanya investasi asing. Jika dihitung-hitung, hampir mencapai 93% dari Indonesia dikelola oleh warga asing. Maka itu, tidak heran jika neoliberalisme masih terjadi di Indonesia. Dampak dari Neoliberalisme yaitu tidak adanya kemakmuran dan kesejahteraan mayoritas masyarakat, melainkan memperkaya pemilik perusahaan itu sendiri. Dampak ini secara jelas dapat terlihat di sekeliling kita kan? 

 

Kebijakan Neoliberalisme

Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa kekuasaan terbesar bukan lagi di pihak penguasa negara namun pada pemilik modal tertinggi. Oleh karena itu, pemerintah tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur terlebih lagi mengeluarkan peraturan untuk mengatur tentang problema Neoliberalisme.

Apa yang terjadi masa lampau dan sekarang memang tidak dapat diubah, tapi kita tidak akan menyerah untuk membantu menyuarakan untuk para buruh. Selain itu juga besar harapan kami agar pemerintah lebih memikirkan kesejahteraan rakyat.

 

Ditulis oleh Vanessa

 

Referensi:

  1. https://www.berdikarionline.com/emansipasi-perempuan-versus-neoliberalisme/
  2. https://www.urbanpoor.or.id/artikel/apa-itu-neoliberalisme
  3. http://repository.unair.ac.id/70502/3/JURNAL_Fis.P.18%2018%20Per%20i.pdf
  4. https://www.kompasiana.com/gedesandra/54f94f26a3331178178b4940/neoliberalisme-di-indonesia-untuk-jokowi
  5. http://rizkie-library.blogspot.com/2015/09/neo-liberalisme-kebijakan-publik.html

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya

ilustrasi-kebun-sawit