#Metoo: Mereka yang Menolak Diam

Tech to combat sexual harrasment at workplace

#Metoo: Mereka yang Menolak Diam

13th August 2018 Infografis 0

lebih dari sekedar tagar. Ia sukses membuka banyak mata akan maraknya kasus pelecehan seksual, terutama yang berkaitan dengan tempat kerja.

Tagar berawal dari kegelisahan yang digulirkan aktris . Ia menceritakan bagaimana dirinya telah jadi korban pelecehan seksual di industri hiburan Hollywood. Milano pertama membuat gerakan #MeToo pada 16 Oktober 2017. Fakta-fakta baru terungkap bahwa tempat kerja adalah salah satu “sarang” dari pelecehan seksual. Banyak yang mendukung gerakan Milano karena mengalami pengalaman-pengalaman serupa, pernah dilecehkan. Ada 1,7 juta tweet dari seluruh dunia yang menggunakan hastag #MeToo di akhir November 2017

Di Indonesia, kampanye #MeToo ditemukan dalam status-status Facebook sejumlah perempuan dan grup. Ada yang pernah mendapatkan kontak fisik tak diinginkan di tempat kerja, ada yang menyoroti cat-calling sebagai awal mula pelecehan seksual, ada pula yang menceritakan bahwa pelecehan terjadi tidak hanya kepada mereka yang cantik. Diprakarsai aktivis perempuan Tunggal Pawestri sekitar enam bulan lalu, gerakan mendorong lebih dari 200 orang bercerita.

Penyanyi dangdut Via Vallen juga turut mengungkap dugaan pelecehan seksual melalui fitur Insta Story di akun Instagram-nya, @viavallen, Selasa (5/6/2018). Dalam foto dari bidik layar (screenshot), tampak pesan yang dikirim melalui direct message (DM) Instagram tersebut. Tindakan Via memicu kontroversi, namun saat bersama mendorong gelombang #SayaJuga semakin deras di media sosial. Aktris Kirana Larasati ikut menuturkan bahwa pelecehan seksual yang membuat trauma dialaminya saat masih berusia 10 tahun

Tidak hanya korban, banyak warganet yang memberikan dukungan, salah satunya adalah komika Ernest Prakasa. Ia mengatakan “Orang-orang yang menyerang Via Vallen sama saja melestarikan pelecehan. Kita seharusnya mendukung korban yang berani bicara, bukan justru membuat mereka lantas memilih diam!”

Tantangan kita kedepan adalah membuktikan kalo kita bisa mendukung korban. Kita perlu lebih banyak orang yang mulai berani berbicara. Bagaimana pendapatmu?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Stories

Baby Talk

Kantor saya kedatangan seorang bos baru. Dia bapak-bapak yang mungkin kira-kira berusia 40 tahunan. Gue…
Read more

Nyaman di Tempat Kerja?

Aku, staff baru di salah satu NGO yang juga masih berstatus sebagai mahasiswa di salah…
Read more

Ogah Meeting Bareng

Saat ini gue megang proyek iklan di salah satu agensi yang cukup terkenal. Proyek ini…
Read more

Jadi Cowok Gym

Gue tuh bisa dibilang gym-freak ya. Hampir tiap hari abis kelar kantor gue sempetin banget…
Read more

Our Partners

IDC
sinarmas
we act for sdgs
scoop news asia
IBCWE