Nobar NOP #7: Pelecehan Seksual di Industri Media

pelecehan-seksual-industri-media

NOBAR NOP #7 (Nongkrong Bareng Never Okay Project) merupakan seri diskusi topik pelecehan dan kekerasan seksual di dunia kerja. Sesi ini bertemakan Pelecehan Seksual di Industri Media.

Dimoderasi oleh Vanessa (Never Okay Project), NOBAR NOP #7 mengundang 3 narasumber, yaitu:

Boys’ Club Culture dan Industri Media

Boys’ club culture. Pernahkah kalian mendengar kata ini sebelumnya? Apa yang tersirat di pikiran kalian ketika mendengar atau membaca kata ini? Ya. Khusus laki-laki. Lalu, bagaimana dengan perempuan? Evi dan Endah mengungkap fakta masih kentalnya budaya ini di industri media. Hal ini dapat tercermin dari susunan kepengurusan Dewan Pers periode 2019-2022.

Apa, sih, bahaya dari kultur boys’ club ini? Boys’ club culture erat hubungannya dengan budaya patriarki dan ketimpangan gender. Kedua narasumber sepakat bahwa kultur ini merugikan jurnalis perempuan.

Berawal dari berbagai tuntutan fisik yang harus dimiliki, terutama sebagai jurnalis media televisi, normalisasi candaan berbau seksis pun terjadi. Perempuan adalah subordinat dan objek seksual bagi laki-laki. Berdampak pada munculnya relasi kuasa di antara rekan kerja.

Baca juga: Laporan Survei Pelecehan Seksual Di Dunia Kerja Selama WfH

Korban Pelecehan Seksual dan Pandangan Masyarakat di Indonesia

Jurnalis perempuan rentan mendapatkan pelecehan seksual, didukung dengan fakta di lapangan yang diungkap narasumber. Pelaku pelecehan seksual di industri media sangat beragam, mulai dari narasumber, redaktur, senior, rekan sejawat, hingga aparat penegak hukum. Endah bahkan membagi pengalaman pribadinya terkait hal ini.

Berdasarkan data AJI, hanya sebagian kecil dari korban bersedia menempuh jalur hukum. Berbagai alasan melatarbelakangi keputusan korban untuk bungkam.

Poin menarik untuk diperhatikan yaitu budaya victim blaming di Indonesia. Budaya ini berdampak pada minimnya dukungan legal formal, moral dan sosial bagi korban pelecehan seksual.

Pertanyaan dari pihak aparat penegak hukum berkesan menyudutkan korban. Pendapat negatif dari lingkungan sosial terhadap korban dan kurangnya empati dari orang terdekat juga memperparah kondisi penyintas. Solusi dari pihak HRD yang belum maksimal menjadi bahasan dalam diskusi kali ini.

Simak pula: Surat dari Penyintas: Tentang Relasi Kuasa di Industri Media dan Hobi Berbagi Fantasi

Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Endah mengungkapkan dari total 1800 anggota AJI, hanya 30% perempuan. Inilah bukti bahwa industri media masih menjadi industri dominan laki-laki.

Evi dan Endah berpendapat budaya patriarki, ketimpangan gender dan relasi kuasa di Indonesia harus dikikis. Sikap saling menghormati antara narasumber dan jurnalis harus diterapkan. Pendidikan mengenai isu gender di kalangan pekerja media wajib ditingkatkan.

Sebagai rekan sejawat atau orang terdekat dari penyintas, Okke mengungkapkan pentingnya dukungan moral dan sosial bagi penyintas. Penyintas pelecehan seksual berada di situasi dan kondisi yang tidak nyaman. Rasa malu karena direndahkan menyeliputi. Rasa bingung harus meminta pertolongan pada siapa sangatlah wajar.

Hal ini diperparah dengan trauma yang harus dirasakan semasa hidupnya. Mereka membutuhkan seseorang untuk diandalkan dan dipercaya. Dengannya, mereka bisa bangkit dari situasi tidak menguntungkan ini.

Berdasarkan data World Bank (2020), Indonesia belum memiliki UU soal pelecehan seksual. Never Okay Project akan terus berdiri bersama penyintas mendukung pengesahan RUU PKS. Kami percaya dunia kerja dapat bebas dari pelecehan seksual.

Simak obrolan selengkapnya di kanal YouTube kami!

 

Referensi:

Batubara, H. (2018, 1 December). Ini Sembilan Anggota Dewan Pers Periode 2019–2022. detiknews. <https://news.detik.com/berita/d-4325990/ini-sembilan-anggota-dewan-pers-periode-2019-2022>

Elting, L. (2018, 30 Juli). How To Navigate A Boys’ Club Culture. Forbes. <https://www.forbes.com/sites/lizelting/2018/07/27/how-to-navigate-a-boys-club-culture/?sh=3a80bdae4025>

Galih, B. (2018, 8 November). Relasi Kuasa Dianggap sebagai Penyebab Utama Terjadinya Pemerkosaan. KOMPAS.com. <https://nasional.kompas.com/read/2018/11/08/18432481/relasi-kuasa-dianggap-sebagai-penyebab-utama-terjadinya-pemerkosaan?page=all

Statista. (2021, 9 September). Perception on reasons why sexual assaults happen in Indonesia 2020. <https://www.statista.com/statistics/1250314/indonesia-perception-on-causes-of-sexual-assaults/>

World Bank. (2020). Indonesia Country Gender Assessment: Investing in Opportunities for Women. © World Bank. <https://openknowledge.worldbank.org/bitstream/handle/10986/35310/Indonesia-Country-Gender-Assessment-Investing-in-Opportunities-for-Women.pdf;jsessionid=3ED657C82E2CCAC78CBE700B40D4761D?sequence=1

 

 

Dilaporkan oleh: Sasmithaningtyas Prihasti

Disunting oleh: Muhammad Firhat

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya

kekerasan-seksual-keadilan