Saya Takut Dipecat

Ketika saya menuliskan ini, saya sedang cuti. Saya memilih untuk meninggalkan kantor saya sementara karena saya masih trauma dengan perlakuan bos saya.

Saya bekerja di sebuah cafe di daerah Cikajang sebagai asisten. Saya senang bekerja disini karena dapat bertemu dengan banyak orang sekaligus belajar hospitality. Tapi sedihnya, bos saya sangat genit. Tak jarang ia mengajak saya pulang kerumahnya dengan rayuan yang menyudutkan saya. Katanya jika saya tidak mau saya akan dipecat. Saya tidak memungkiri, saya butuh uang untuk biaya kuliah saya.

Saya bingung, saya tahu ini salah tapi saya tak punya kuasa. Saya memilih untuk kabur.

Terima kasih never okay sudah bersedia menampung cerita saya..

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya