Pekerja Perempuan Minimalis yang Dibully

Oh halo,

Saya seoarang dokter yang kadang kala jadi doker pengganti di perusahaan pengawasan pertambangan batu bara di suatu daerah. Tugas saya jaga di FAR salah satu site batu bara dan memverifikasi hasil MCU baik dari para karyawan dan para kontraktor. Singkat cerita kali itu saya pertama kali jadi dokter pengganti di perusahaan. Ternyata prosesnya gak semudah ngegantiin jaga di klinik. Sebelum jaga saya sendiri harus ngelakuin medical check up terhadap diri sendiri dan orientasi di kantor dan ke site-site penambangan batu bara.

Hari pertama orientasi ke kantor. Seperti dugaan saya emang jumlah laki laki lebih banyak yang bekerja di sana di bandingkan perempuan. orang-orang yang bekerja di kantor amatlah welcome and bercanda juga masih dalam batas wajar saja. Di hari kedua saya orientasi ke site site penambangan batu bara termasuk mengunjungi FAR di sana. Sesampainya di sana dan benar saja semua karyawan tentu saja laki-laki kecuali ada satu orang dokter perempuan yang memang bertugas di sana hari itu.

Saya orientasi liet-liet FAR dan masuk ke sana. Di sana udah ada beberapa karyawan. waktu saya datang saya gak begitu memperhatikan ya, emang mereka ribut ribut ketawa ketawa ga jelas. Sampai akhirnya si dokter perempuan itu bilang ke saya “kalo kerja di sini tahan tahan mental aja ya Dok, mereka mereka ini emang suka gitu”.

Terus saya timpalin, “Gitu gimana maksudnya, Dok?”

Lalu dia lanjutin lagi deh bilang “Dokter ga sadar apa tadi pas baru masuk difotoin diem-diem trus pastinya di masukin fotonya itu di grup chat mereka buat diomongin”. Spontan kaget dan kesel sebenernya tapi berusaha saya tahan aja sih.

Si dokter perempuan ini ngelanjutin omongannya lagi “Ya maklum aja ya Dok, namanya juga jarang-jarang banget ada perempuan di sini, apa lagi ada anak baru pasti jadi bahan omongan. Kalo digodain apa gimana-gimana cuekin aja ya, ntar juga bosen dan berenti sendiri. saya dulu juga awal-awal digituin”.

Well, jujur saya ga nyaman sih digituin, pantesan aja kerasa aneh diliatin dan ga lama ketawa-ketawa pegang hape. Entah apa juga yang mereka omongin di grup chat itu. walaupun gak nemu ada pelecehan secara verbal atau secara fisik tapi akhirnya saya jadi ga nyaman aja kerja disitu. Rasanya pas jaga di sana was-was dan pingin cepet pulang. Habisnya sitenya jauh dari kota, sinyal suka ilang-ilang. Cewek pun saya seorang (waktu jaga di hari berikutnya). Mungkin itu sebabnya kenapa dokter untuk ditempatkan di site penambangan atau perkebunan lebih diprioritaskan untuk dokter laki-laki daripada dokter perempuan.

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya