Mentang-Mentang Hanya Mahasiswi Magang

Aku mahasiswi yang pada saat itu sedang magang untuk keperluan skripsi di sebuah kantor Pemerintahan. Cerita singkatnya, saat itu saya sedang duduk menyilang kaki, lalu dari arah belakang seorang bapak pegawai PNS berjalan kearah saya, lalu memegang lenih tepatnya menepok bokong saya. Karena posisi saya duduk kaki bersilang, jadi yang terkena bagian samping bokong dan paha belakang saya. Sembari melakukan itu dia mengatakan “tepos banget sih dek”.

Jujur bodohnya saya hanya terdiam dan tidak melakukan perlawanan, karena saya pada saat itu benar-benar kaget. Saya menceritakan hal ini ke beberapa orang terdekat saya dikantor itu, tapi ya memang tidak ada yang bisa bertindak karena beberapa hal.

Saya mencoba introspeksi diri apakah dari penampilan saya saat itu salah? Walaupun saya tahu betul dalam kekerasan seksual, korban tidak salah. Pada hari itu saya menggunakan baju putih sampai ke siku dimana sangat oversized dan tidak menerawang, serta celana bahan hitam panjang tidak ketat. Rambut saya pun di ikat.

Oke, akhirnya saya selesai magang, ada hari dimana saya harus mengurus berkas terkait data skripsi saya dikantor tersebut. Setelah urusan saya selesai dan hendak pulang, saya berpapasan dengan bapak mesum tersebut.

Dan OMG dia mencoba mendekati saya dengan tangan yg seakan-seakan mendekati organ bawah saya. Saya hanya bisa mundur menghindar dan akhirnya bapak itu pergi naik keatas tangga. Dan saya langsung pergi keluar kantor.

Sebenarnya saya sudah ikhlas dengan kejadian ini, tapi jujur kejadian ini memberikan rasa trauma tersendiri bagi saya. Jika mengingat kejadian itu saya pun selalu ingin menangis. Saya tidak akan menuntut bapak tersebut karena saya anggap saya sedang “sial” saja pada waktu itu.

Yang saya butuhkan saat ini dukungan dari kalian semua, orang-orang terdekat, yang bukan malah menghakimi saya karena beralasan pakaian saya ataupun tingkah laku saya di kantor itu.

Saya pun belum bisa menghilangkan rasa trauma dari kejadian tersebut. Terima kasih, semoga kejadian ini tidak terulang bagi siapapun kalian disana.

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya