Magang di Media

Di awal karir saya, saya bekerja di media. Satu perusahaan kecil tempat saya magang dulu itu  menugaskan saya untuk melakukan proyek dengan seorang wartawan wanita senior.

Dia memberi tahu saya bahwa dirinya suka kerja larut malam bahkan sampai lewat tengah malam. Dari interaksi pertama kami satu sama lain, dia mulai bertanya kapan saya akan membawanya keluar (going out).
Kemudian, dia memberi tahu saya bahwa dia telah memutuskan kalau kita akan berhubungan seks. Dia berbicara tentang tubuh saya dan meminta saya untuk mengirimkan foto diri saya ketika telanjang. Ketika saya menolak, mengatakan bahwa itu tidak pantas, dia mengatakan apa yang dia bayangkan pada tubuh saya dan meminta saya untuk mengatakan kepadanya seberapa akurat itu.

Saya mencoba melihat situasi dengan hati-hati, seolah-olah saya pikir dia hanya bercanda. Karena satu saja kata negatif tentang saya keluar dari mulutnya dan perusahaan tempat saya kerja dulu akan mengeluarkan saya. Dia mencoba menggunakan itu sebagai leverage, menekankan power yang dia punya.

Ketika kami bekerja malam demi malam, saya berusaha untuk tetap berada di koridor yang seharusnya dan berterima kasih padanya karena telah mengajarkan saya tentang bisnis dan media. Tidak peduli apa yang saya katakan atau lakukan, dia selalu kembali ke seks. Ketika itu kami duduk bersama di sebuah area kecil di sudut kantor, di mana dia mengatakan afar saya duduk lebih dekat dengannya. Kadang-kadang, dia mengkonfrontir saya mengapa saya tidak menginginkannya.

Akhirnya, proyek itu selesai, dan saya bisa mendapatkan tugas baru dan bekerja dengan orang lain. Saya menjaga jarak sebisa saya.

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya