Kampus juga bukan tempat yang aman

Selama lebih dari enam bulan aku bekerja di sebuah perusahaan riset di salah satu universitas swasta di Jakarta. Pada hari ketiga, bos ku berteriak kepada saya, mengatakan betapa bodohnya aku. Beberapa kali ia mencoba duduk di sampingku dengan tangannya berada di kakiku saat kami menganalisis data bersama.

Begitu saya melakukan kesalahan dalam pekerjaan, dia tertawa dan menepuk punggung ku sedemikian keras sehingga terasa sakit. Saat itu aku sangat tidak sehat dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membela diriku. Aku jujur tidak tahu kemana harus mencari dukungan dari kampus saya karena aku sangat terisolasi dari staf lain dan aku tahu bahwa staf lain telah melihat apa yang terjadi namun tidak melakukan tindakan apa pun.

Aku tahu aku butuh referensi bagus darinya untuk mendapatkan pekerjaan lain. Jadi aku berhenti dari pekerjaan itu, dan berpura-pura melupakannya. Sekarang saya bekerja di kampus yang sama, namun di kelompok penelitian yang berbeda. Aku kadang kala melihatnya, dan bersembunyi. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kudilakukan. Menghadapi dia? Melaporkan? Berharap berhasil menghindarinya sampai dia pensiun?

Aku harap dia tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain. Aku tidak ingin membahayakan posisi dan hubungan dengan pekerjaanku saat ini.

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya