Just Because You’re A Girl

Sebenarnya sudah lama sekali saya terganggu dengan hal ini. Tahun 2015-2016 saya bekerja di salah satu agency market research ternama di Jakarta (multinational).

Saya bekerja sangat keras, dan di usia cukup muda (30 something) saya berhasil mencapai jabatan lumayan tinggi. Atasan saya langsung adalah pria expat India. Dia sering menceritakan hal-hal yang menurut saya melecehkan perempuan, bukan dalam hal seksual tetapi dari sisi performa atau prestasi, misalnya tim dari perusahaan X memenangkan project dari client Y hanya karena team itu terdiri dari banyak wanita, dan hal-hal semacam itu.

Tidak lama kemudian, saya terpilih masuk ke dalam tim yang menangani salah satu client besar dan penting, bersama boss saya itu dan satu anak buah saya, laki-laki. Direktur dan manager dari client tersebut kebetulan juga laki-laki, tetapi dalam berbagai meeting saya tidak pernah ada masalah dengan mereka. Bahkan saya merasa mereka sangat intelek dan pikirannya maju.

Namun, direktur dan manager ini memang seringkali merasa kurang sreg dengan pendapat atau cara kerja boss saya itu. Pada suatu hari dalam sebuah meeting yang cukup penting, mereka bersilang pendapat agak keras dengan boss saya. Lalu saya angkat bicara, memberikan usul, dan pihak client itu setuju dengan usul saya. Tentunya saya telah berpikir keras menganalisa kebutuhan client sebelum memberikan usulan itu.

Setelah meeting, kami kembali ke kantor dan mengadakan meeting internal membahas langkah selanjutnya. Boss saya terlihat bersungut-sungut dan di depan anggota team yang lain mengatakan (dalam bahasa Inggris); “Kamu tau kan, mereka itu cuma setuju sama kamu karena yang ngomong cewek cantik”.

Saya merasa sangat tersinggung tetapi saat itu saya diam saja, karena saya malas berdebat dan memilih untuk fokus ke pekerjaan selanjutnya. Saya juga masih cukup baru, dan boss ini sangat manipulatif, sering membuat orang merasa posisinya di perusahaan terancam. Namun saya menyesal waktu itu tidak speak up.

Saya merasa ini salah satu hal yang sering menghambat perempuan untuk meraih prestasi dan kesempatan yang setara dengan laki-laki, karena perempuan sering di diskreditkan, seolah-olah semua pencapaiannya hanya berdasarkan seksualitasnya.

Ps. Not that it matters, just FYI, saya juga ngga pernah pakai baju seksi kalau ke kantor.

 

Diceritakan oleh K.

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya

#SayaJuga

Berlangganan Nawala Never Okay Project untuk Mendapatkan Kabar Terbaru dari Kami.

Terimakasih telah Berlangganan Nawala Kami! Nantikan Kabar #SayaJuga Setiap Hari Selasa!