Dilecehkan secara seksual oleh salah satu ‘Influencer’ ternama di Jakarta

Saya lelaki berumur 24 tahun dan saya tidak akan menyangka bahwa saya mengalami pemerkosaan, iya dulu saya berpikir bahwa pemerkosaan itu hanya terjadi dalam berita-berita tv tapi nyatanya saya sekarang sudah berani mengatakan bahwa saya seorang penyintas dan tragedi pemerkosaan itu memang benar-benar nyata.

Diawali dengan malam yang menurut saya cukup menyenangkan, saya bersama kawan-kawan saya memutuskan untuk pergi ke salah satu restaurant di kawasan bisnis Jakarta. Saya masih ingat bahwa saya sedang bercanda dan berbincang seru-nya bersama kawan-kawan saya sampai seorang laki-laki berinisial AS melirik ke arah saya. Pertukaran tatapan pun terjadi sampai akhirnya kita dapat bertukar nomor dan berbincang. Sampai sini semuanya masih baik-baik saja, sampai menjelang larut malam kebetulan restaurant sudah mau tutup dan saya memutuskan untuk pergi ke toilet. Saya masuk ke dalam bilik dan tidak lama ada seseorang yang mengikuti, iya benar AS mengikuti saya masuk ke dalam toilet. AS pun memanggil nama saya dan setelah keluar dari bilik yang saya pikir akan ada friendly gesture untuk kenalan secara resmi namun nyatanya tidak. Saya masih ingat bahwa AS langsung meraba pantat saya dan memeluk saya serta menciumi pipi saya. Serentak disitu saya mulai kebingungan karena saya tidak menyangka bahwa AS akan melakukan hal itu. Sambil berbincang AS pun mengatakan bahwa dia bukan asli Jakarta dan akan segera pulang ke daerah-nya dan saya ingat sekali setelah dia mengatakan itu, AS langsung mencoba mencium bibir saya. Kalau boleh jujur, memang kita berdua sama-sama dalam kondisi terpengaruh alkohol yah, tapi saya pada saat itu hanya bisa diam dan merasa tertekan untuk membuat janji temu dengan-nya dan akhirnya kita berdua memutuskan untuk bertemu keesokkan hari.

Esoknya, saya berangkat untuk menemui AS, sampai di tempatnya saya masih ingat sekali ketika saya bertemu dengannya, hal pertama yang AS ucapkan adalah “kamu sexy sekali, aku masturbasi loh semalam mikirin nge-fuck kamu di toilet”. Disitu saya terkejut, saya sudah sangat tidak nyaman tapi melihat diri saya adalah seorang people pleaser dan tidak bisa bilang “no”, saya cuman berharap cepat selesai saja pertemuan ini. Lalu, saya berbincang dan saya mengutarakan consent saya bahwa saya tidak mau melakukan penetrasi dan AS pun setuju untuk tidak mau melakukan hal tersebut.

Tapi nyatanya bertolak belaka, setelah tidak lama kita berbincang memang kita sempat untuk melakukan foreplay, tetapi AS mencoba untuk memasukkan jarinya ke dalam anus saya. Disitu saya sudah merasa lemas dan kaget, karena saya sudah bilang jangan tapi AS pun tetap memasukkan jarinya dan memaksakan kehendaknya. Disitu saya memutuskan untuk pergi ke toilet dengan alasan untuk bebersih dan di toilet saya mengalami anxiety attack. Saya mencoba menunggu sekitar 15 menit dengan harapan AS pun sudah tidak ada hasrat dan saya ingin izin pulang. Keluar dari toilet saya izin pulang ke AS tetapi AS tidak membolehkan saya pulang, saya takut saya cuman bisa menyalahkan diri dan mengikuti arahannya. Berbincang lagi lah kita dan tidak lama AS mencoba untuk menyetubuhi saya dimana saya sudah bilang tidak berkali-kali dan ia tetap memaksakan untuk memasukkan penis ke dalam anus saya. Saya sangat ingat disitu tubuh saya ke freeze ya dan mungkin ada sekitar 1-2 menit AS melakukan penetrasi hingga akhirnya saya sadar dan kesakitan lalu teriak. Setelah kejadian itu selesai, saya hanya bisa terdiam dan bingung ya karena saya tidak bisa langsung pulang dan harus menemani AS untuk makan sampai akhirnya saya harus cari alasan genting hingga akhirnya AS membolehkan saya untuk pulang.

Saya shock karena dulu saya berpikiran yang melakukan pemerkosaan pasti orang jahat dan ada suatu ‘kriteria’ namun nyatanya tidak. AS ini merupakan orang yang sangat berada dan bahkan ia merupakan salah satu ‘Influencer’ yang sangat terkenal.

Setelah kejadian itu saya sempat menyalahkan diri saya dan saya pun tidak mengerti bahwa saya diperkosa sampai salah satu kerabat dekat saya mengatakan bahwa saya diperkosa. Jelas untuk menelan mentah-mentah dan menerima bahwa saya telah diperkosa membutuhkan proses dan saya sangat bersyukur saya memiliki resource untuk seek help from professional setelah kejadian itu. Saya hanya bisa bilang bahwa, memang sulit untuk berdamai dengan keadaan dan itu bukan salah anda ketika anda menjadi korban. Saya sadar bahwa pada saat itu saya telah mengambil pilihan yang terbaik pada saat itu dan saya sudah mencoba untuk menerima atas tragedi itu. Saya sendiri masih dalam pemulihan dan memang proses healing akan naik turun. Perlu yang anda ketahui juga bahwa anda tidak sendirian dan anda sudah membuka webiste ini, menunjukkan bahwa anda adalah orang yang kuat. Hal ini sudah pastinya membuat saya terus belajar dan benar-benar tidak akan membuat kesalahan yang sama serta mengikuti gut feeling, tidak kalah pentingnya juga untuk belajar “standing up for yourself“.

Diceritakan oleh DB

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya