Bos kuat agamanya tapi ternyata imannya gak sekuat agamanya

Aku saat itu traning menjadi guru baru di salah satu sekolah berbasis terapi tapi lebih ke para penghafal alquran. Dan yang traning aku bapak H dan yang training cuman aku doang, yup mengharuskan aku berada 1 ruangan berdua doang dengan bapak H ini.

Minggu pertama traning aman dan lancar seperti latihan pernapasan, gerak bibir, bacaan alquran dll. Minggu ke 2 ini bapak H ini mulai ngasih materi dll, masuk ke hari ke 3 minggu ke 2 ini gerak gerik bapaknya mulai mencurigakan, dimana bapak ini menyuruhku untuk hadap-hadapan dengannya tanpa ada batasannya, yup bapak ini menyuruh ku untuk coba hirup napasnya. Dia berdalih berhadapan dengan anak abk itu harus kaya gini.

Trus ada satu sesi dimana aku harus duduk sila dan bapak ini menyuruhku untuk tutup mata dan ambil napas dalam-dalam and then bapak H ini mulai mencoba mendekatkan wajah nya ke wajahku trus dia sambil meraba paha ku hingga beberapa menit dan ada dimana bapak ini mau mulai meraba alat kelamin bawahku. Aku langsung buru gerak menjauh darinya.

Sungguh waktu itu ingin sekali rasanya teriak dan memukul bapak H ini, namun aku diam saja. Seolah tubuh ku ini kaku….. Setelah beberapa menit kemudian bapak H ini melepaskan tangan nya dari paha ku.

Seperti itu hari ke 3 lanjut esok harinya bapak H ini mulai nekat kepadaku bapak H ini memajukan mukanya ke mukaku lalu dia bilang “coba kamu lakukan ke saya seperti orang dewasa biasa lakukan”, dalam pikiran ku pasti ciuman. Aku hanya diam saja sambil istighfar dan menjauhkan mukaku ke mukanya. Alhamdulillah nya dia mendengar kalo aku sedang istighfar. Dan menjauh dariku.

Sungguh sekarang aku sudah menjadi karyawannya yang notabene menjadi guru dan aku sudah bekerja di tempatnya sekitar 6 bulan ini. Aku terlintas untuk keluar saja tapi aku sudah tanda tangan kontrak sebelum traning dimulai dan kalo aku keluar harus mencari pekerjaan baru, apalagi aku sekarang juga kuliah juga, disitu aku memikirkan bagaimana buat bayar kuliah nya sedangkan kalo mencari pekerjaan menyesuaikan dengan jadwal kuliahku.

Lalu bagaimana ya teman-teman aku bisa melewati ini sedangkan aku traumatik dengan peristiwa itu, dan aku berada yang mengharuskan aku bertemu dengannya setiap hari. Mungkin beberapa bulan ini aku bisa membedakan kalo sudah di tempat kerja biasa aja, tapi terkadang aku berfikir sampai kapan kaya gini trus. Berhadapan dengan orang yang membuat aku trauma, terkadang aku pernah berfikir pengen mati aja gitu.

Okeyy sekian cerita dari aku, pengalaman hidup yang tak terlupakan dan membekas ke psikis aku.

 

Diceritakan oleh Nis

Kirim Komentar

*Please complete all fields correctly

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cerita Lainnya

Subscribe To Our Newsletter

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!